GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), membuat rasa terbakar di dada

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah keadaan dimana penderitanya sering merasakan panas atau nyeri di dada (dikenal juga dengan sebutan Heartburn disease). Penyakit ini terjadi dikarenakan katub yang menghubungkan kerongkongan (esofagus) dan lambung tidak menutup sempurna atau lambat menutup ketika makanan yang dimakan sudah sampai di lambung, sehingga asam lambung segera naik ke bagian kerongkongan (reflux)

Tanda dari penyakit ini antara lain yang paling sering dirasakan oleh penderita adalah rasa panas di bagian dada. Tanda / gejala lainnya adalah batuk yang tidak sembuh-sembuh, rasa kering di tenggorokan, nyeri menelan / sakit leher, muntah, ada rasa asam di kerongkongan, tidur terganggu, dll.

Penyebabnya bisa dikarenakan pola hidup yang kurang baik, seperti makan tengah malam (sebaiknya 3 jam sebelum tidur dihindari makan makanan yang besar), kebiasaan makan dengan cepat, makan makanan yang mengandung asam, merokok, kehamilan, diabetes, kegemukan dll.

Komplikasi dari keadaan ini yang paling terkena dampaknya adalah bagian kerongkongan (esofagus), dikarenakan bagian ini tidak dikondisikan dalam suasana yang sangat asam (tidak seperti lambung). Komplikasinya adalah kerusakan dinding esofagus dan bisa juga menjadi prakanker esofagus (Barrett’s esophagus)

Penanganannya dimulai dengan hal yang sederhana, yakni obat yang menekan asam lambung seperti antasida, H-2 bloker, pump-inhibitor, sampai kepada tindakan operasi untuk memperkuat katub (sfingter) penghubung esofagus dan lambung.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s