Kupas tuntas kanker serviks, pencegahan dan deteksinya!

Kanker serviks adalah jenis kanker yang dapat diikuti perjalanannya, sehingga dapat dicegah dan disembuhkan sebelum berkembang menjadi kanker yang menjadi pembunuh no.1 wanita. Setiap 2 jam ada 3 wanita yang terdiagnosis kanker ini.

Perjalanan kanker serviks dimulai dari infeksi virus (HPV), kemudian terjadi perubahan sel serviks (CIN1,CIN2,CIN3), dikenal juga dengan lesi pra-kanker dan yang kemudian berkembang menjadi kanker dalam waktu 3 – 10 tahun kemudian.

Saya akan menyampaikan artikel ini dalam bentuk cerita dan contoh kisah nyata dari wanita dan dokter kebidanan dan kandungan yang pernah mengalaminya di acara talkshow Kartini, RSCM Kencana, 20 April yang lalu.

Semua berawal dari seorang gadis yg mengalami menstruasi pertamanya. Pada saat ini sangat tepat dilakukan vaksinasi HPV (ada 2 jenis vaksin, bivalent dan quadrivalent). Mengapa vaksin sangat bermanfaat bila diberikan pada gadis ini, karena ia belum pernah melakukan hubungan seksual (senggama) dan vaksin melindungi ia agar virus HPV (Human Papilloma Virus)yang masuk tidak sampai infitrasi/masuk ke dalam sel serviks. Bila virus HPV sudah infiltrasi ke dalam sel serviks, maka manfaat vaksin jauh berkurang.

HPV diketahui menjadi penyebab kanker serviks. Dua subtipe HPV, 16 dan 18, diketahui sebagai penyebab kanker serviks sebesar 70%, sisanya 30% disebabkan oleh subtipe lainnya (31,33,35,39,45,51,52,56,58,59,66,68), dimana diantaranya subtipe 33 dan 45 berkontribusi 15% terhadap penyebab kanker serviks.

Di Indonesia, dan dunia, ada 2 macam vaksin, sejak tahun 2007, untuk melindungi dari kejadian kanker serviks.
– Gardasil dapat memproteksi serviks terhadap HPV subtipe 16 dan 18 (high risk) dan subtipe 6 dan 11 (low risk).
– Cevarix dapat memproteksi serviks terhadap HPV tipe 16 dan 18 (high risk).
* Vaksin subtipe 16 dan 18 memiliki cross protection terhadap subtipe 33 dan 45.
* Vaksin subtipe 6 dan 11 untuk melindungi terhadap kutil kelamin.
* Vaksin memberikan perlindungan sebesar 85% (subtipe 16 dan 18 serta 33 dan 45)

Meskipun sudah divaksin, dikarenakan vaksin ini hanya memberikan proteksi 85% (TIDAK 100%), maka harus tetap dilakukan pemeriksaan deteksi dini. Kisah nyata dari seorang wanita yang sudah pernah di vaksin, namun terjadi juga kanker serviks. Hal ini bisa saja terjadi.

Ketika gadis tersebut melakukan hubungan seksual pertama kali, maka diwajibkan 3 tahun kemudian dilakukan pemeriksaan deteksi dini, untuk mendeteksi apakah ada kelainan bentuk sel serviks (prakanker) sehingga dapat segera di atasi sebelum berubah menjadi kanker. Ada kisah dimana seorang wanita berusia 22 tahun dan telah menikah (2 tahun) terdiagnosis kanker serviks. Berdasarkan sifat dari perjalanan kanker serviks, tidak mungkin dalam 2 tahun wanita ini sudah menjadi kanker serviks. Setelah ditanya lebih mendalam, ternyata ia mempunyai riwayat melakukan hubungan seksual ketika berusia 12 tahun.

Di atas 30 tahun, wanita tersebut diwajibkan melakukan deteksi dini, selain perubahan sel serviksnya, juga mendeteksi virus HPV-nya. Dilakukan setiap tahun (sampai 3 tahun berturut dinyatakan bersih maka dapat dilakukan setiap 3-5 tahun).

Saat ini, di Indonesia, sudah ada pemeriksaan deteksi dini yang keakurasiannya hampir mencapai 100%, yakni sekali tindakan 2 pemeriksaan dapat dilakukan (LBC dan HPV). Pemeriksaan dengan papsmear tradisional, di negara maju, sudah mulai ditinggalkan mengingat tingkat keakurasiannya hanya sekitar 55%. Seorang wanita berusia 57 tahun, survivor dari kanker serviks. 2 tahun lalu dia didiagnosis kanker stadium II. Wanita ini memberikan kesaksian bahwa ia tiap tahun 2 kali melakukan pemeriksaan papsmear tradisional namun tidak terdeteksi adanya kanker.

Rumusannya untuk deteksi dini kanker serviks adalah demikian :
– 3 tahun setelah senggama pertama sampai usia 30 tahun : cukup dilakukan pemeriksaan LBC
– 30 tahun sampai usia 70 tahun : pemeriksaan LBC dan HPV
– Pemeriksaan dilakukan pada awalnya setiap tahun, sampai 3 tahun berturut-turut dinyatakan bersih, baru diperjarang menjadi 3 – 5 tahun.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s